Terapi Fisik untuk Nyeri Pinggang

Mereka individu yang mengalami nyeri pinggang bawah terutama pada derajat ringan hingga sedang. Sesungguhnya dapat dengan mudah melakukan proses pemulihan nyeri dengan olahraga atau melakukan rehabilitasi terapi.

Seorang dokter akan merekomendasikan pasienmya untuk melakukan rehabilitasi medis, ketika pasien mengalami nyeri pinggang bawah lebih dari 2-3 minggu atau saat seseorang sering mengalami nyeri pinggang berulang.

Tujuan dilakukannya terapi fisik adalah untuk menurunkan derajat nyeri yang dialami pasien, meningkatkan fungsi. Meningkatkan pemahaman pada pasien untuk terus melakukan program kesehatan fisik untuk mencegah munculnya kembali nyeri pinggang. Setidaknya ada 2 program rehabilitasi yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri punggung, yaitu;
1. Terapi fisik pasif bertujuan untuk mengurangi nyeri yang dialami pasien
2. Latihan fisik aktiv

Modalitas terapi

Umumnya, seorang fisioterapis akan fokus pada bagaimana mengurangi nyeri yang dialami pasien menggunakan beberapa modalitas terapi pasif, beberapa modalitas terapi yang dimaksud diantaranya;
– Terapi panas atau dingin
– Terapi menggunakan TENS
– Ultrasound
– Lontophoresis

Terapi fisik aktiv

Sebagai salah satu tambahan terapi pasif, terapi aktif berupa latihan fisik dapat digunakan untuk mengatasi masalah tulang belakang. Secara umum, pasien disarankan untuk melakukan kombinasi beberapa gerakan diantaranya;

1. Peregangan, peregangan yang dimaksud disini adalah bagi penderita nyeri punggung disarankan untuk meregangkan otot-otot hamstringnya minimal sekali dalam sehari atau lebih. Peregangan otot hamstring sederhana tidak membutuhkan banyak waktu.

2. Penguatan otot punggung, dengan melakukan penguatan otot punggung akan didapatkan stabilitas otot-otot tulang lumbal, latihan ini perlu dilakukan secara teratur dan dinamis antara 15 – 20 menit. Latihan ini harus dilakukan dengan benar untuk memperoleh hasil maksimal dan sebaiknya dibimbing oleh fisioterapis atau dokter rehabilitasi medik.

Lamina Pain and Spine Center, merupakan pusat rujukan masalah kesehatan tulang belakang di Indonesia. Menggunakan alat-alat modern dan teknologi minimally invasive diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Hadirnya manuthera sebagai modalitas terapi fisik yang baru saat ini menjadi harapan bagi penderita nyeri tulang belakang terutama yang takut dengan prosedur operasi terbuka. Tim-tim dokter yang handal, berpengalaman dan professional menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki rehabilitasi medik lamina pain and spine center.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *